Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts
Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts
Throw your knives adalah tag-line komunitas penggemar olahraga
lempar pisau, Bogor Flying Blade (BFB).
Demikian ujar August “Toto” Manurung (Ketua Umum BFB) dalam acara Ulang Tahun
ke-2 berdirinya organisasi tersebut. BFB yang berdiri pada tahun 2015 saat ini
telah diminati oleh sekitar 40 orang anggotanya. Mereka berkumpul dan melakukan
latihan di lingkungan GOR Pajajaran Kota Bogor.
Kegiatan lempar pisau adalah jenis olahraga yang masih belum banyak
dikenal di Indonesia. Namun para penggagas dan penggiatnya sedang mengupayakan
agar lemparpisau menjadi cabang olah raga resmi. Untuk itu telah dilakukan
beberapa kali ekshibisi dan open
tournament berskala nasional agar lempar pisau dapat memenuhi kriteria
untuk menjadi cabang olah raga yang diakui.
Di dalam melakukan lempar pisau/tomawhawk
diperlukan peralatan khusus, bukan sembarang pisau (meskipun bagi pelempar yang
mahir, apapun yang berujung tajam bisa menjadi alat lempar). Dan pastinya
memerlukan konsentrasi tinggi, kekuatan dalam melempar dan keseimbangan yang
diperoleh dari proses latihan yang terus menerus. Agust “Toto” Manurung adalah
atlet berperingkat atas untuk kategori lempar tomahawk di dalam Kejuaraan Nasional Lempar yang diselenggarakan di
Jogyakarta pada tahun 2017.
Pisau dan tomahawk (kapak) yang
digunakan dibuat dari baja yang meruncing pada ujungnya dengan tingkat
kesetimbangan yang tinggi, agar konsisten ketika di arahkan menuju papan
target. Di pasaran tersedia produk buatan luar negeri dan buatan lokal. Kualitas
pisau dan tomahawk buatan lokal tak kalah kualitasnya dibanding buatan luar
negeri. Hal ini dapat dipahami, mengingat bahwa umumnya sang pembuat adalah
pelempar pisau/tomahawk juga. Sehingga produk lokal sudah teruji sebelum sampai
ke tangan pemesan. Pembuatannya pun masih bersifat hand-made dan berdasarkan pesanan,
belum diproduksi secara massal. Diketahui, sampai saat ini pembuat
pisau/tomahawk yang diakui kualitasnya berada di Bandung dan Bogor.
Peminat dan penggiat lempar pisau/tomahawk
berasal dari berbagai latar-belakang sosial: esekutif, pekerja, mahasiswa/i, pelajar.
Di dalam kegiatan latihan dan turnamen, area pelemparan pisau/tomahawk disteriliasi dengan pembatas
agar tidak timbul kecelakaan.
Lempar pisau/tomahawk dapat
menjadi penyaluran keinginan berolah-raga dan berkegiatan yang positif, sportif,
menyehatkan dan bermanfaat dalam pembentukan karakter.Diperkirakan dalam waktu
tak terlalu lama kegiatan ini menjadi cabang olah raga resmi yang
dipertandingkan.
Seorang
kerabat dekat yang dikenal royal, berharta lebih dari cukup: perusahaan,
kendaraan bermotor berbagai merek, rumah dan harta bergerak lainnya, telah
meninggal dunia secara mendadak. Yang tidak diduga oleh keluarganya, almarhum
meninggal di pangkuan wanita lain: istri mudanya yang selama hidupnya
dirahasiakannya!
Tak hanya
itu, semua rumah-rumah dansemua kendaraan beroda-empat dan beroda-dua telah
dijaminkan ke bank. Pekerjaan yang sedang berjalan-pun belum dalam tahap
penyelesaian, sedangkan pembayaran uang muka semua pekerjaan telah diterima
oleh almarhum. Sebagian material untuk pekerjaan merupakan hutang yang belum
seluruhnya dilunasi
Maka, ketika
selesai pemakaman, keluarganyapun terkejut. Selain menjadi tahu adanya istri
muda, maka hutang-hutang yang teridentifikasi rupanya telah melampui nilai sisa
tagihan pekerjaan. Bahkan muncul indikasi, bahwa keluarga istri muda juga
mnuntut pembagian harta warisan dan pembayaran hasil usaha. Di atas kertas,
kekayaan bersih almarhum ternyata minus. Alias lebih banyak hutang dibanding
harta yang dimiliki.
Yang
tertinggan dari kisah nyata di atas adalah sebuah pertanyaan besar: Apakah kita
sudah siap mati? Apakah kita meninggalkan cukup hal-hal baik bagi keluarga yang
ditinggalkan? Apakah kita meninggalkan masalah yang kelak akan membebani mereka
yang ditinggalkan?
Ada baiknya
mulai saat ini kita mulai menabung. Bukan hanya menabung harta, namun menabung
kebaikan. Kebaikan adalah warisan tak ternilai bagi keluarga yang akan kita
tinggalkan.
Bukankah saat
kematian adalah suatu kejadian yang tak dapat kita duga sebelumnya?
Pada tahun 2016, ketika mengunjungi sebuah desa yang hanya berjarak 40
menit dari pusat kota Bogor yang padat lalu-lintasnya, penulis bertemu dengan
seorang gadis belia berusia kurang dari 16 tahun. Ia seorang santriwati cantik,
bertubuh mungil dengan dua lesung pipit yang bertengger di pipi saat tersenyum
manis, yang sedang belajar di sebuah pesantren tak jauh dari rumah tinggalnya. Penampilannya
sangat chick, segar, sedap dipandang mata dengan balutan baju terusan panjang
dan hijab yang cerah.
Pertengahan bulan April baru lalu, penulis dikirim undangan pernikahan:
sang gadis berlesung pipit yang masih ranum akan melangsungkan pernikahan. Artinya,
pada usia 16 tahun gadis manis itu telah kehilangan keperawanannya karena
pernikahan dini.
Rupanya, di kampung yang menurut hemat penulis bulan berada di daerah
pelosok atau pedalaman tradisi menikahkan anak gadis berusia belia masih berlangsung.
Tak sedikit gadis yang telah lulus Sekolah Dasar dinikahkan. Bahkan baru-baru
ini, penulis menemukan seorang wanita muda 16 tahun telah menggendong anak berusia
sekitar 1,5 tahun!
Di daerah Bandung utara, di kaki gunung yang dingin, juga dapat
ditemui gadis-gadis berusia 14 tahun sudah siap dinikahkan.
Tak heran, di beberapa desa dengan mudah ditemui ibu-ibu berusia belia.
Bahkan tak jarang timbul perceraian saat usia belum mencapai 20 tahun.
Sayangnya, penulis belum mendalami terjadinya fenomena tersebut.
Apakah memang faktor kebiasaan warga desa untuk menikahkan anak-anak gadis belia?
Atau kurangnya pengetahuan tentang resiko pernikahan usia dini? Atau faktor ekonomi
orang-tua yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan
lebih tinggi. Tentu saja untuk mendalaminya perlu penelitian yang mendalam agar
dapat diantisipasi upaya-upaya solusi yang tepat agar fenomena pernikahan dini
yang beresiko dapat dikurangi.
![]() |
| Bogor Volkswagen Club |
VW atau Volkswagen (Kendaraan Rakyat) adalah mobil buatan Jerman yang
sukses menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kendaraan beroda empat pada awalnya
lahir untuk keperluan alat perang, yang diperhitungkan tahan terhadap cuaca
panas di padang pasir. Oleh karenanya, mobil kompak ini didesain menggunakan
mesin empat langkah berbahan-bakar bensin empat silinder yang saling berlawanan
(boxer) dengan pendingin udara. Dikenal dengan Flat Four Air Cooleed VW, untuk membedakan dengan “saudaranya” yang
berpendingin air (Golf, Passat, Scirocco, Caravelle). Berpenggerak roda
belakang (Rear Wheel Drive) dengan
mesin terletak di belakang.
Dengan konstruksi blok mesin dan kepala silinder berbahan alumunium yang
tahan suhu tinggi, tangguh menghadapi panas ekstrim. Boring atau liner yang
dipasang secara terpisah dan sekali pakai memudahkan pemeliharaan dan
perbaikan. Bahkan, teknisi yang mahir mampu melaksanakan “turun mesin” VW
sendiri, dengan bantuan dua dongkrak dan balok penahan yang cukup. Sampai hari
ini kendaraan yang dikenal juga (di Indonesia) sebagai VW Kodok, Bug (Amerika), masih mampu
beroperasional. Bahkan beberapa penggemar menggunakannya sebagai mobil balap (drag racing, slalom, touring).
Tapi tahukan anda, bahwa selain VW kodok yang berbadan cenderung bulat
seperti kita kenal ada VW jenis lain yang juga bermesin pendingin air?
TYPE I
Dikenal sebagai VW Kodok, , adalah mobil empat penumpang berpintu dua
memiliki populasi paling banyak. Mobil ini sangat digemari di seluruh dunia,
karena pada jamannya ia merupakan mobil kecil yang lincah, murah dan mudah
perawatannya. Dalam perkembangannya mobil ini mesin dari mulai yang
berkapasitas 1200 CC, 1300 CC, 1500 CC dan 1600 CC. Di pasaran dikenal sebagai:
VW 1200, VW 1500, dan super beetle (VW 1302 , VW 1303).
Type I paling banyak dikembangkan oleh rumah modifikasi/karoseri,
seperti: Karmann Ghia, Rometsch telah menjadi item langka karena jumlah
produksinya terbatas.
VW yang pernah menjadi kendaraan dinas Camat pada jaman Orde Baru
disebut VW Safari, atau VW Camat, dibangun dari sasis VW Type I, berjenis Jeep
(seperti tertera di STNK di Indonesia), berpintu empat dan beratap terpal (soft
top).
TYPE II
Jenis minibus atau microvan,
pick-up (single cabin) dan double
cabin, biasanya berkapasitas mesin lebih besar dibanding sedannya, 1600 CC
sampai 2000 CC. Untuk minibus dilengkapi pintu belakang geser (sliding door), satu atau dua buah
kiri-kanan. Di Indonesia pernah dirakit
minibus yang bernama VW Mitra, dengan peletakan mesin di depan, agar ruang
belakang untuk penumpang dan barang lebih luas. Namun produk ini tidak meraih
sukses di pasaran. Jenis-jenis minibus yang dikenal: Dakota, Dakota dengan
safari windows, Combi, Microbus.
TYPE III
Jenis sedan, atau dikenal sebagai VW Variant. Dimensi kendaraan lebih
panjang dibanding VW kodok, sehingga ruang penumpang lebih luas. Namun pintu
masuk tetap dua. Secara umum konstruksinya sama dengan saudara-saudaranya,
namun perbedaan yang mencolok (selain bodi) adalah konstruksi suspensi depan
yang lebih “luwes” dan peletakan box baling-baling pendingin secara mendatar.
Untuk iklim tropis kontruksi ini dirasakan kurang mumpuni untuk mendinginkan
mesin, sehingga populasinyapun tak bisa menandingi VW kodok dan combi. Umumnya
kapasitas mesin yang diusung 1500 CC dan 1700 CC. Jenis-jenis yang diproduksi
dibedakan dari bentuk bodi: square back
(station wagon), fast back (hatch back,
body melengkung di belakang) dan notch
back (sedan, kap mesin rata)
TYPE IV
Jenis sedan berbadan dan berkapasitas mesin lebih besar dibanding VW
Variant. Konstruksi mesin mirip dengan yang
lainnya, namun perbedaan terdapat pada ukuran blok, liner dan silinder head. Suaran
mesinnyapun lebih “berat” namun halus dibanding “suara mesin jahit” seperti
pada mesin 1200 CC milik saudaranya. Populasinya sangat sedikit, karena
kemudian diproduksi VW bermesin pendingin air, sehingga onderdil atau
komponennya sulit didapat. Sehingga saat ini sulit ditemui type ini yang
“hidup”, kecuali mungkin di garasi kolektor.
Baca Juga: Sang Lgenda Itu Disebut Land Cruiser
Sebagian orang, mungkin semua orang, pernah mengalami masa-masa sulit
dalam hidupnya. Persepsi masa sulit bagi setiap orang bisa berbeda tergantung
persepsi dan cara menghadapi situasi sulit.
![]() |
| Curug Dago Bandung |
Apakah masa sulit itu?
Secara sederhana dapat digambarkan seperti ini: seseorang yang
tiba-tiba terlempar keluar dari zona nyaman dan aman. Zona nyaman bisa mengenai
kecukupan finansial, kebahagiaan saat bersama pasangan dan anak-anak, proyeksi
masa depan yang menggembirakan, posisi yang diakui mapan dan dihargai dihadapan
lingkungan (keluarga, masyarakat, tempat kerja), konflik yang dihadapi minimal.
Intinya adalah hal-hal yang menyangkut: love,
finance,safety, power.
Kehilangan salah satu komponen di atas dapat dipersepsi sebagai masa
sulit. Bayangkan jika semua komponen itu musnah lenyap. Bayangkan saja, jika
seseorang kehilangan pasangan atau keluarga yang dicintainya, lalu secara
keuangan bangkrut (akibat kehilangan pekerjaan atau gagalnya usaha) sehingga
tabungan menipis habis dan gagal membayar tagihan-tagihan. Rasanya ingin
ditelan umi saat ditelpon dan dikunjungi pihak bank/leasing dan pihak ketiga lainnya. Kepercayaan diripun runtuh
memelorotkan daya mempengaruhi orang lain agar bisa membantu. Bisa jadi
teman-teman lama memandang kecil: lebih
rendah dari sandal jepit!
Bagaimana Cara Menghadapi Masa
Sulit?
Ada saatnya masa sulit harus diterima sebagai situasi yang tidak dapat
dihindarkan, tetapi bukan berarti harus menyerah lantas putus asa. Yang lebih
parah jika panik dan melakukan tindakan emosional yang mengarah kepada
kriminal. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman, berikut adalah tips menykapi
masa sulit:
- Paling utama adalah meyakini bahwa Tuhan Maha Adil. Kesulitan yang dihadapi tidak akan melampaui batas kekuatan seorang manusia.
- Akui kepada diri sendiri, bahwa masa sulit yang dihadapi saat ini mungkin saja adalah akibat dari”perbuatan yang tidak baik” pada masa kejayaan zona nyaman yang telah lalu.
- Anggap bahwa dampak masa sulit sekarang adalah suatu cara alamiah untuk “membayar hutang perbuatan masa lalu” yang sulit dikuantifikasi. Pada masa lalu kita pernah mengambil “kredit berupa kesenangan”, sekarang adalah masa “membayar angsuran dengan penderitaan”.
- Lakukan perbuatan-perbuatan baik kepada orang lain, mahluk lain bahkan kepada alam semesta. Perbuatan baik yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas merupakan tiket menuju gerbang kebangkitan. Oh ya, satu-satunya cara bisa merasakan ikhlas sesungguhnya adalah pada saat mampu berbuat baik meski mengalami penderitaan.
- Selalu bersyukur dengan apapun yang diperoleh. Makan sedikit gorengan setelah dua hari tidak makan menjadi suatu nikmat yang luar biasa. Ada kesempatan untuk menghargai uang logam pecahan Rp. 100,00 atau Rp. 200,00. (dulu terbiasa menghabiskan Rp. 1 juta semalam untuk hang-out di cafe atau diskotik)
- Kesempatan untuk lebih sehat, karena menikmati makan apa adanya atau tidak makan (puasa). Puasa secara rutin secara alamiah dapat menurunkan tingkat emosional. Cenderung sehat juga karena sering berjalan kaki, kemanapun: bertemu teman, kerabat, atau kenalan-kenalan baru yang sebelumnya kita abaikan, dan menuju tempat-tempat damai seperti hutan, gua, gunung, mata air, laut, sungai.
- Tenang dan pasrah, tiada rasa takut, menghadapi permasalahan. Tenang diperoleh dari hasil “puasa” dan “ritual mengunjungi alam” yang merupakan modal utama untuk bangkit dari keterpurukan. Pasrah karena meyakini Keadilan Tuhan. Ibarat terjun ke telaga yang dalam, ketika bersikap tenang, pasrah dan tegak maka pada saatnya kaki menyentuh dasar. Momentum balik akan mendorong tubuh ke permukaan yang bercahaya. Pada setiap kesulitan selalu ada dasar tempat berpijak dan mendorong kita bangkit dan keluar menuju ke permukaan kehidupan yang cerah.
Setelah malam ada siang.
Setelah mendung hujan badai ada langit cerah berpelangi.
Dua kendaraan berkecepatan tinggi
meliuk-liuk mengikuti jalur balap drifting
di dalam sebuah gedung Mall di Kota Bogor. Jarak antara kedua kendaraan
sangatlah rapat, bersisian badan, kadang terjadi senggolan. Pebalap yang
merupakan eksekutif muda sebuah perusahaan terkemuka di Bogor dan lawannya yang
adalah seorang pengusaha muda bidang konstuksi saling mengadu kemampuan dan
keterampilan mengemudikan kendaraannya. Suasana persaingan sangatlah panas, meski
suhu udara di dalam Mall itu didingikan dengan penyejuk udara. Senggolan antar
kendaraan, bahkan timbul tabrakan, beberapa kali membuat para pebalap tertawa
senang. Drifting berlangsung seru
sampai sore hari seperti terlihat di dalam tayangan video ini.
Ya, balapan yang berbahaya itu
terjadi di dalam gedung sebuah Mall di Kota Bogor!
![]() |
| Toyota GT 86 |
Balapan kendaraan yang mereka sebut RC-Drifting, tentu saja menggunakan miniatur mobil balap yang digerakkan dengan mesin elektrik dan diatur melalui alat nirkabel berupa radio-control (RC). Arena balap berupa miniatur sirkuit dengan jalur balap dibuat dari karpet berukuran sekitar 6 x 6 meter persegi . Sementara “pebalap” berdiri di pinggiran sirkuit mengatur akselerasi dan kemudi masing-masing kendaraan pacu mereka.
![]() |
| Toyota DX |
ZERO STYLE RC-DRIFT adalah nama komunitas penggiat RC-Drifting di Bogor yang didirikan oleh Niko Bustomi dan Aip. “Gagasan untuk membentuk organisasi berawal dari pertemuan-pertemuan bisnis antara Saya dan Aip” demikian ujar Niko. Karena terdapat kesamaat minat dan hobby, merekapun aktif merakit dan berlatih ketrampilan mengemudi. Selama dua tahun perkembangannya, ZERO STYLE RC-DRIFT telah menarik minat sekitar 15 orang anggota yang aktif sampai sekarang, terdiri dari pengusaha, karyawan, pelajar dan mahasiswa.
![]() |
| ZERO STYLE RC-DRIFT MEMBERS |
![]() |
| Persiapan Latihan Drifting |
Menurut Niko dan Aip, terdapat dua macam kendaraan RC-Drift, yakni:
- All Wheel Drive (AWD) 50/50 yang membagi power dapur pacu 50% ke roda depan dan 50% ke roda belakang.
- AWD yang menggunakan sistem countersteer adalah memanfaatkan over-spin pada roda belakang agar menghasilkan gaya drifting yang diinginkan. Perbandingan rasio countersteer pada roda depan dengan belakang bisa pada: 40/60; 30/70; 20/80 dan seterusnya.
- Rear Wheel Drive (RWD) atau berpenggerak roda belakang umumnya dibantu steering servo dan gyro untuk penyeimbang pada saat roda dibelokkan. Jenis RWD cenderung lebih lambat dalam meliukkan bagian muka ke arah tertentu, namun membuat RC-Drift tampak lebih nyata gerakannya pada saat roda depan membelok penuh mengikuti arah drifting.
“Pada akhirnya, pencapaian
tertinggi kompetisi drifting bukan pada yang tercepat mencapai garis finish.
Gaya drifting, konsistensi dan ketepatan
dalam mengikuti alur balap adalah hal penting dalam penilaian”. Demikian
penjelasan Niko dan Aip setelah kami menghabiskan secangkir Kopi Liong Bulan.
Beberapa puluh tahun lalu, pada sebuah ajang pameran
otomotif saya terpesona oleh sosok yang gagah namun cantik berwarna hijau daun
menapak dengan rodanya yang lebar kasar di atas tumpukan batu kali. Ia topless, terbuka di atas menampakkan
interior yang mulus, baru dan segar dengan palangan besi roll-bar bertuliskan: “My
Totoya is Fantastic”.
Ya, betul! Ia sebuah kendaraan 4-wheel drive Toyota Land Cruiser yang canvasnya tidak dipasang.
Gagah sekaligus cantik!
Pada tahun 70-80’an orang menyebutnya Toyota Hardtop, meski sebagian tipe menggunakan kanvas. Ia banyak digunakan oleh militer dari semenjak jaman
perang. Kejayaan kendaraan general-purpose pabrikan Jepang yang nyaris menandingi
ketenaran American Jeep, bahkan melegenda dengan berbagi tipe dan spesifikasi. Bagi sebagian pengguna, Toyota Land-Cruiser merupakan kendaraan prestisius , dan dianggap memiliki kharisma tak tertandingi.
Sampai
hari inipun Toyota Land Cruiser masih dibuat oleh pabriknya. Lihat: di sini. Keluaran
tahun-tahun lama juga masih beredar dan dibangun ulang secara apik oleh para
kolektor, informasi bisa dilihat di sini. Penggemarnya masih banyak, dan abadi.
Rupanya beberapa pemilik yang tergabung di dalam Toyota Land
Cuiser Indonesia telah beberapa kali mengadakan event pertemuan para penggemar
kendaraan ini berupa Jambore.
Pada tahun 2017 ini akan diselenggarakan acara yang bertajuk:
JAMBORE 3 TOYOTA LAND CRUISER INDONESIA pada tanggal 11 – 12 Maret 2017 di
Pantai Karnaval Ancol Jakarta.
Acara tersebut akan menjadi sangat menarik
karena diikuti oleh banyak pemilik dan penggemar berbagai jenis Toyota Land
Cruiser dari berbagai tahun.
Jambore 3 Toyota Land Cruiser Indonesia tersebut di-organisasi
oleh Dhonika Classic Garage yang beralamat di Jl. Ciremai No. 14 Bogor,
Untuk pendaftaran dan informasi anda dapat melakukan telepon/sms/wa di nomor:
+628111191551; Atau via https://id-id.facebook.com/public/Tlc-Indonesia; Atau via website: www.tlcijayaraya.org; atau email ke: infojambore@tlcijayaraya.org;
Powered by Blogger.















