Showing posts with label Lainnya. Show all posts
Showing posts with label Lainnya. Show all posts
https://account.asus.com/ServiceMessage/1.6/urllink?msgid=429977661
Air mata menitik jatuh ke sajadah , ketika imam melantunkan surah 95
At-Tin pada raka’at kedua shalat Jum’at beberapa waktu lalu. Surat yang indah
yang menyentuh kalbu, sehingga gelombang kesedihan tumpah menggelora tak
tertahankan.
Hari Kamis kemarin, aku menghadiri sidang gugatan cerai yang diajukan
istriku tercinta. Mungkin peristiwa ini yang membuatku kekuatanku runtuh. Untuk
kedua kalinya dalam hidupku aku menghadapi sidang gugatan cerai, setelah tujuh
tahun berlalu. Aku tak mampu bertahan menghadapi goncangan ini, bahkan
terbersit pikiran agar ruh-ku diambil dan pulang ke haribaan Allah yang Maha
Pengasih dan Penyayang. Harus kuakui, aku tak mampu mengendalikan biduk
rumah-tangga yang ringkih dalam menghadapi badai kehidupan. Aku yang bersalah,
dan istriku tak memaafkannya.
Sebelum upaya mediasi oleh pihak Pengadilan Agama, aku sempat bertanya
dengan lirih kepada istriku: “kira-kira apakah keputusan yang engkau minta
wahai istriku?”. Ia menjawab singkat dan tegas: “aku hanya ingin bercerai”. Tak
ada lagi kata-kata yang bisa aku ucapkan saat itu. Sang mediator bertanya hal
yang serupa. Istriku tetap pada pendiriannya. Mediasi selesai dalam waktu
sesingkat-singkatnya.
Di luar ruang mediasi, sang mediator bertanya kepadaku: “apakah ada
orang lain (yang mengisi hati istriku”. Aku menjawab, bahwa tiada orang lain di
antara kita. Persoalannya terletak pada diriku yang tak mampu menakhkodai biduk
rumah-tangga. Sang mediator terdiam, trenyuh.
[95:1]
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
[95:2]
dan demi bukit Sinai,
[95:3]
dan demi kota (Mekah) ini yang aman,
[95:4]
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya.
[95:5]
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
[95:6]
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi
mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
[95:7]
Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah
(adanya keterangan-keterangan) itu?
[95:8] Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
Aku meyakini seyakin-yakinya
bahwa Allah adalah Hakim yang seadil-adilnya. Bisa jadi Allah murka kepadaku
ketika perceraian itu terjadi. Aku hanya bisa pasarah, bertobat atas segala
kesalahanku yang mengingkari kuasa Allah yang telah menciptakanku sebagai
manusia yang sempurna, namun tidak mengakui tentang hari pembalasan setelah
kebenaran yang disampaikan melalui junjungan Nabi Muhammad S.A.W.
Aku selama ini telah menjauhi
Allah. Sayangnya, aku menunggu musibah yang tragis baru mengingat kasih-sayang
Allah yang tidak henti. Surah At-Tin membuat ruh-ku berontak bangun, dan
menyongsong cinta yang sejati: cinta kepada Allah swt.
Ternyata Allah masih merindukanku
dan mencintaiku tanpa batas, tanpa syarat, tanpa terduga-duga. Ya Allah
Penguasa Semesta, aku mencintaiMu melebihi apapun. Aku membalas cintaMu dengan
tulus, sepenuh jiwa-raga. Aku tetap menjaga titipan-titipanMU, anak-anakku,
sampai ajalku tiba.
Aku menangis karena bahagia!
Bukan karena kesedihan yang mendera.
Silahkan baca juga artikel ini.
Sebagian besar orang membedakan rokok putih dan rokok kretek. Rokok
putih umumnya produk impor, bertembakau lebih halus dan ringan. Sedangkan rokok
kretek adalah rokok domestik dengan rajangan tembakau yang ditambah dengan
cengkeh, saat dibakar akan timbul suara “kretek-kretek”. Rasa tembakaunya kuat
dan relatif lebih berat saat dihisap dibanding rokok putih.
Tapi tahukah anda, bahwa terdapat beberapa jenis rokok. Dibedakan dari
kemasan, isi dan tambahan penyaring (filter) sebagai berikut:
KLOBOT
Saat ini rokok jenis ini sulit ditemui di pasaran, mungkin di daerah
dan toko tertentu masih ada. Rajangan tembakau dan cengkeh dibungkus dengan
daun jagung kering membentuk kerucut, mengecil pada ujung yang akan dihisap.
Ada sedikit rasa manis pada ujungnya, barangkali dari rasa daun jagung. Klobot
bisa dibuat sendiri, namun beberapa merek terkenal memproduksinya. Sasaran
pasarnya adalah petani di pedesaan. Volume tembakau cukup banyak dengan bentuk
demikian, rasanya berat memerlukan waktu lama untuk menghabiskannya. Jika tidak
dihisap, bara apinya akan padam. Oleh karenanya, rokok klobot bisa dinyalakan
berkali-kali untuk memberikan istirahat bagi perokok. Klobot tidak berubah
rasanya, meski dinyalakan kembali setelah padam. Berbeda dengan jenis rokok
lainnya.
TINGWE
Alias rokok linting dhewe (bhs.
Jawa, artinya: melinting/menggulung sendiri) adalah pengembangan dari rokok
klobot. Menggunakan kertas rokok (papir/tobacco
paper) sebagai pembungkus tembakau, bentuknya mengerucut namun lebih kecil
dibanding klobot. Tingkat berat ringan hisapan ditentukan saat proses
penggulungan tembakau yang terbungkus papir. Sebagai pengisi digunakan tembakau
rajang, baik produk impor maupun domestik. Bagi yang telah mahir, hasil rokok
lintingan sangat rapi gulungannya dan rasanya pas saat dihisap. Rokok klobot
dan tingwe bermakna melatih kesabaran
dalam menggulungnya dan menghadirkan kebersamaan saat beberapa orang melinting
rokok.
CANGKLONG dan PIPA
Cangklong berbentuk seperti saxophone,
ujung yang dihisap kecil pipih semakin membesar sampai ke lubang tempat
pengisian tembakau yang menghadap ke atas. Bahan cangklong kayu berkualitas
bagus dengan finishing vernis kilap.
Pada jamannya, hanya pria kelas sosial atas, sinyo Belanda, amtenaar
dan tokoh terkemuka yang menggunakan cangklong. Saat ini hanya segelintir orang
yang menggunakannya. Pipa adalah bentuk lebih kecil dari cangklong, memanjang
lurus dan tidak diisi tembakau rajang. Lubang depannya seukuran batang rokok.
Pipa akan melindungi bibir dari remahan tembakau yang biasanya keluar dari rokok
kretek non-filter dan persinggungan dengan panas rokok saat memendek.
KRETEK NON-FILTER
Berbentuk silinder kertas, yang nyaris mengerucut, membalut racikan
tembakau, cengkeh dan saus. Istilah kretek berasal dari bunyi terbakarnya
tembakau. Rokok kretek adalah khas Indonesia, dan banyak disukai. Di pasaran
tersedia dengan berbagai aroma, rasa, berat-ringan saat dihisap dan harga.
Jenis ini terasa hangat pada udara dingin, terutama di gunung.
KRETEK BERFILTER
Bebentuk silinder rata dengan ujung diberi filter, sebagai penyaring
unsur tar, nikotin dan remah tembakau. Biasanya lebih ringan dibanding rokok
kretek tanpa filter. Saat ini terdapat berbagai ukuran diameter batangnya,
berat-ringannya, teknologi filter dan kemasannya. Rokok jenis menempati posisi
baik di kalangan menengah-atas dan meraup pangsa pasar terbesar di antara jenis
rokok lainnya. Umumnya produksi domestik, meski akhir-akhir ini pabrikan
eks-asing mulai membuat jenis ini dengan tipe mild.
PUTIH NON-FILTER
Rokok putih berisi rajangan tembakau sangat halus, atau ekstrak
tembakau, tanpa campuran cengkeh. Ukurannya pendek, kira-kira sepanjang rokok
yang dipotong filternya. Rasanya tajam saat dihisap, jika tak terbiasa akan
terbatuk. Terdapat produksi impor maupun domestik (beberapa mungkin sudah
punah).
PUTIH BERFILTER
Jenis ini banyak dikonsumsi, beberapa merek luar negeri terkenal
memiliki pasar yang kuat di Indonesia meski tidak dapat menandingi rokok kretek
filter. Sebagian menggunakannya sebagai prestise
dalam pergaulan.
CERUTU
Jenis ini adalah top of the top
olahan tembakau, biasanya digunakan pada jamuan kelas atas. Perlu alat khusus
untuk menikmatinya. Ujungnya dipotong terlebih dahulu sebelum dibakar. Karena
berat, perlu teknik tertentu untuk menghisapnya. Asap yang dihisap hanya sampai
rongga mulut, tidak sampai masuk ke tenggorokan, untuk mengecap rasa tembakau.
Cerutu terbentuk dari gulungan beberapa lebar daun tembakau pilihan dari
perkebunan tembakau terbaik (salah satunya tembakau Madura).
Anda termasuk penggemar jenis yang mana? Kembali kepada selera
masing-masing. Perlu diingat tentang efek negatif merokok, apalagi
mengkonsumsinya secara berlebihan. Sebaiknya merokok di tempat yang ditentukan
(ketika berada di wilayah larangan merokok), jauh dari mereka yang tidak
merokok terutama anak-anak dan ibu hamil. Paling bijak jika bisa menghentikan
kebiasaan merokok.
Selamat dan sukses untuk anda!
Menapak sisi jalan Pangeran Antasari
Menghela nafas memompa mendorong tubuh lusuh
berlembab pori-pori
Mengendap menjauh dari sorot lampu
kendaraan, yang berpacu dengan cahaya merkuri
Berharap tidak ada yang mengenali
Tak akan berdaya jika ada yang menjumpai
Tuhan,
Mengapa Kau deritakan
Pemilikan yang dulu pernah kumiliki, Kau
jauhkan
Tiada juga bahtera, sebagai wahana
berlayarnya para hati, yang bisa kulabuhkan
Menyepi terpisah dari keriangan para kawan
Engkaupun turut menyingkirkan
Mungkin aku pernah lalai memampiri kasih-MU
Disilaukan limpahan benda yang membelenggu
Mengaliri darah dengan cemaran bir, whisky,
liquor, dan soju
Membualkan segala birahi demi sang nafsu
Jum'at malam yang gemerlap gaduh kian riuh
di selatan Jakarta
Rikuhku yang sepi karena menciutnya asa
Denting keping-keping receh di saku celana
Bertukar dua batang kretek demi menghembuskan
nelangsa
"...........M I N T A R O K O K...!!!!!!!",
Sepasang bibir hitam berkerut
menggelegarkan bahana
Sebatang kretek yang sangat berharga itu
berpindah-tangan
Kepada sosok tirus kurus yang termakan
sepuh dan kerasnya jalanan Jakarta
Tiba-tiba
Senyatanya
Aku merasa kaya
Merasa
besar
Dan lega
Dan lega
Terimakasih Tuhan
Engkau baru saja menghadirkan seorang
wakilMU
Yang mengajarkan tentang
ikhlas
Mungkinkah ia Khidir?
~ Lebak Bulus - Blok M; 2007 ~
Budi Susilo
Diipublikasi pada
November 2011 di: www.kompasiana.com/budi_susilo
(Empowering Your Value) Istilah-istilah
tersebut barangkali sudah tidak asing di telinga kita Pikiran akan berasosiasi
kepada pemahaman tentang posisi kepemimpinan pada suatu perusahaan. Namun
sebenarnya apakah makna masing-masing peristilahan tersebut? Dibawah akan
diulas tentang CEO, CFO, COO dan CLO secara ringan, ringkas dan dalam konteks
yang cair.
CEO, atau Chief Executive Officer, adalah jabatan tertinggi dalam struktur
organisasi pelaksana kebijakan perusahaan. Sebutan lainnya dalah presiden direktur
atau direktur utama.
CFO, atau Chief Finance Officer, adalah pemegang kewenangan dalam pengelolaan
keuangan perusahaan, disebut juga direktur keuangan.
COO, atau Chief Operation Officer, adalah pengendali operasional untuk
melancarkan ruang gerak perusahaan, dalam bahasa lain disebut sebagai direktur
operasi.
Lho, kalau CLO (baca:
si el o) itu apa dan posisinya dimana dalam struktur organisasi perusahaan?
Posisi ini biasanya tidak berada dalam suatu perusahaan, ia berada di luar
struktur. Nah kok bisa?
CLO
bekerja dengan cara mempertemukan dua atau lebih pihak yang saling
berkepentingan, baik dengan cara tatap muka maupun tidak langsung berhadapan.
CLO memiliki beragam informasi, fokus bisnisnyapun meliputi segala bidang, yang
akan digunakan sebagai tools untuk
menghasilkan gain. Parameter
keberhasilannya adalah saat terjadi transaksi antar dua pihak yang bekerjasama.
Dari kejadian itu CLO akan mendapatkan imbalan jasa berupa fee atau komisi.
Pendek kata, CLO
adalah singkatan dari kata: CALO....!!!
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
DPC GAPEKSINDO KABUPATEN BOGOR
PERIODE 2010 – 2015
MUSYAWARAH CABANG (MUSCAB) III DPC
GAPEKSINDO KABUPATEN BOGOR
HOTEL ORRI Jl. Mayor Oking, Pintu Tol Cibinong, Kabupaten
Bogor
Laporan Pertanggungjawaban ini disampaikan menjelang
berakhirnya kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Gapeksindo Kabupaten Bogor
periode tahun 2010-2015, yang ditandai dengan penyelenggaraan Musyawarah Cabang
(Muscab) III pada tanggal 29 April 2015 di Hotel Ori Bogor.
Musyawarah Cabang (Muscab) III DPC Gapeksindo
Kabupaten Bogor mengusung tema:
“MENDESAIN
ORGANISASI MENUJU PROFESIONALISME INSTITUSI YANG MAMPU BERKOMPETENSI DI ERA
KETERBUKAAN INFORMASI”
Selama 5 (lima) tahu DPC Gapeksindo Kabupaten Bogor
mengalami berbagai perkembangan positif dalam menjalankan gerak organisasi, dan
juga tidak terlepas dari kendala-kendala yang dihadapi selama periode
kepengurusan. Melalui proses musyawarah di antara pengurus, pada akhirnya kendala-kendala
dimaksud dapat dapat dikendalikan
1. PERKEMBANGAN POSITIF:
2. KENDALA YANG DIHADAPI:
Persoalan pertama yang harus dihadapi adalah kantor.
Gedung Pusdai Cibinong, kantor awal kepengurusan DPC Gapeksindo, mengalami
renovasi total. Setelah melalui proses persetujuan pengurus, maka kantor
dipindahkan ke tempat baru yang lebih representatif dan nyaman.
Masalah lainnya berkenaan dengan keanggotaan, dimana
beberapa anggota tidak aktif, baik dalam kegiatan organisasi maupun dalam
prestasi perolehan pekerjaan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.
Setelah ditelusuri, anggota tersebut sedang menghadapi berbagai persoalan
internal.
3. KINERJA:
Sebagai gambaran singkat tentang kinerja kepengurusan
DPC Gapeksindo Kabupaten Bogor, berikut disampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. SARANA PRASARANA
a. Alamat Kantor : Jl. Kartika Raya Blok C1 No 3,
Graha Kartika Pratama,
Bojong Gede, Kabupaten Bogor
b. No. Telpon : 021-87908170 / 081310201388
c. No. Facsimili : 021-87908170
d. E-mail DPC :
dpcgapeksindo.kabbogor@gmail.com
e. Peralatan Kantor :
i.
Meja Kursi Kantor
ii.
Meja Kursi Tamu
iii.
Komputer dan Printer
iv.
Telepon dan Fax
v.
Peralatan Dapur
vi.
Lemari data
vii.
Filing cabinet
viii.
Dll
2. MANAJEMEN DPC
a. SK DPC
Nomor : 14/SKEP/DPD-GPS/I/2010
Tanggal :
14 Januari 2010
3. PEMBINAAN
a. Program-program yang telah
dilaksanakan dalam rangka pembinaan anggota Gapeksindo:
·
Menambah frekuensi pertemuan-pertemuan antar anggota, baik
secara formal maupun non-formal, sebagai upaya untuk meningkatkan koordinasi
dan komunikasi.
·
Peningkatan kapasitas anggota dalam hal pengelolaan usaha dan
keterampilan bidang konstruksi, melalui antara lain: seminar, pelatihan,
news-letter, pendampingan.
·
Partisipasi aktif Pengurus dan Anggota DPC Gapeksindo
Kabupaten Bogor dalam kegiatan yang diselenggarakan Oranisasi maupun instansi
terkait, di antaranya:
o Keikutsertaan dalam
kegiatan yang diselenggarakan, baik oleh DPD Gapeksindo maupun DPP Gapeksindo.
o Peran aktif dalam forum
organisasi yang menaungi bidang konstruksi di Kabupaten Bogor.
o Mengirim delegasi ke
berbagai workshop dan atau
sosialisasi mengenai: pemahaman peraturan-peraturan, proses pengadaan melalui
e-procurement, dan seluk-beluk tehnik yang berkaitan dengan kegiatan usaha
bidang konstruksi, yang diadakan secara
rutin oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dan isntansi terkait.
·
Memotivasi anggota untuk bersaing sehat dan mendapatkan
kegiatan selain dari pemda Kabupaten Bogor, baik di tingkat Provinsi, Nasional,
maupun dari pihak Swasta.
b. Anggota DPC Gapeksindo
Kabupaten Bogor
4. PRESTASI YANG PERNAH
DICAPAI
Prestasi yang pernah
dicapai adalah sebagai DPC Gapeksindo Terbaik Tahun 2013, yang diberikan oleh
DPD Gapeksindo Jawa Barat pada tanggal 18 Desember 2013.
5. LAPORAN KEUANGAN
DPC Gapeksindo Kabupaten
Bogor adalah organisasi nir-laba yang pendapatannya bersumber dari:
·
Iuran Tahunan Keanggotaan (KTA)
·
Iuran Sertifikasi Badan Usaha (SBU)
·
Kontribusi dari anggota yang mendapatkan kegiatan pekerjaan
·
Partisipasi dan sumbangan lainnya dari anggota
Sedangkan Belanja dan
Pengeluaran organisasi berupa biaya rutin terdiri dari:
·
Biaya Sewa Kantor
·
Biaya Upah Pegawai
·
Biaya ATK / Foto Copy / Keperluan Dapur
·
Biaya Listrik
·
Biaya Air
·
Biaya Lingkungan (Keamanan dan Kebersihan)
·
Biaya Perjalanan Dinas
·
Sumbangan dan Iuran
·
Lain-lain
Selama periode tahun 2010
– 2015 Realisasi Pendapatan dan Belanja DPC Gapeksindo Kabupaten Bogor adalah
sebagai berikut:
6.
PENUTUP
Dewan Pimpinan Cabang
Gapeksindo Kabupaten Bogor mengakui, bahwa dalam periode kepengurusan ini masih
banyak hal yang harus dibenahi. Oleh karenanya, Pengurus belum dapat menyatakan
puas. Dan harapan terbesar dalam periode berikutnya, adalah agar seluruh
anggota mampu mengoptimalisasi kemampuan, keterampilan dan kecakapan dalam meningkatkan
kinerja usahanya.
Untuk itu, DPC Gapeksindo
Kabupaten Bogor periode 2010-2015 tetap bertekad meningkatkan perhatian dan
kontribusi kepada Pengurus yang terpilih dari hasil Musyawarah Cabang DPC
Gapeksindo Kabupaten Bogor tahun 2015.
Demikian Laporan
Pertanggungjawaban disampaikan, dan atas nama seluruh Pengurus DPC Gapeksindo
Kabupaten Bogor periode 2010-2015 menghaturkan terimakasih dan penghargaan
setinggi-tingginya kepada seluruh anggota dan stake-holder yang
mempercayakan gerak orgnisasi kepada
kami. Serta menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya apabila selama
kepengurusan kami belum terdapat hal-hal yang kurang berkenan bagi para
anggota.
Cibinong, 29 April 2015
Salam Hormat,
DPC GAPEKSINDO KABUPATEN
BOGOR
PERIODE 2010-2015
GUSTAV MANURUNG, B.E.
Ketua
|
H. SUGANDA FIRDAUS
Sekretaris
|
Selama tiga hari terakhir ini Bogor diguyur hujan berangin hampir
sepanjang siang malam. Hawa dingin menerpa kulit yang membungkus daging tak
berlemak langsung meresap kepada tulang-belulang. Dahsyatnya terasa pada sebuah
desa terpencil di kaki gunung Salak. Angin dingin dari lembah melesat cepat
ingin segera mencapai pucuk gunung menghempaskan sebuah pagar berdinding batako
telanjang yang kurang semennya, roboh. Kincir-kincir angin bertiang bambu
menari-nari mengeluarkan suara derau pada malam pekat berpetir-petir, menarik-narik
bulu tengkuk. Setandan buah pisang yang masih hijau meremaja terkapar pada
tanah ditindih sebatang pohon pisang, basah berkilat-kilat.
Dingin, gelap, sendirian lapar terdampar di sebuah saung bambu telah
menguatkan hati seorang penjaga Villa bergaji dua ratus ribu Rupiah sebulan
membawa sebilah golok berlari untuk memotong lalu menyeret tandan pisang yang
berat itu ke dekat hawu⁾¹. Tak lama berselang, suluh⁾² memerah membakar pisang-pisang berkulit hijau dan kuning
pada ujungnya. Nyala api telah menerangi gelap menghangatkan suhu sekitar.
Daging buah pisang yang telah terbakar matang menghangatkan perutnya yang cepat
terasa lapar pada malam yang menusuk kalbu itu. Setengah sisir pisang telah
memenuhi perutnya, cukup lunak karena dipanggang kendati masih terasa kesatnya
getah.
Terakhir ia melahap sepiring nasi goreng tadi jam sepuluh pagi, yang
terbuat dari sisa nasi semalam berbumbu cabai, bawang, garam dan
sepotong terasi, sebelum bekerja merawat kebun yang ditanami sayuran. Tak terlalu luas memang, hanya sekitar 300 m². Segera
setelah selesai berkebun, pekerjaan acian dan perapihan dinding villa sudah
menunggu. Rumah villa yang konon akan digunakan oleh sang pemilik dan
keluarganya yang serba tambun. Dan sang penjagapun akan selalu menempati saung
berdinding bilah-bilah bambu bercelah-celah tembus pandang sehingga dinginnya
malam dan tampias butir-butir air hujan merdeka memasuki ruang tidur beralaskan
tikar pandan.
Enam bulan sudah ia bertempat-tinggal di saung bambu yang terletak di
sebelah gedung villa yang seringkali kosong. Selama itu pula penghasilannya
dikirimkan ke rumah, dengan diiringi tangis doa setiap malam: “semoga dapat mencukupi kebutuhan
rumah-tangga dan biaya sekolah anak-anak”. Saat ini ia hanya mampu berdoa, tak
mampu berkirim kabar kepada istrinya. Dua minggu lalu telepon genggam,
satu-satunya barang berharga yang dibawa dari rumah, telah dijualnya untuk
menambah uang kiriman kepada istrinya.
Alasan lainnya, ia sudah tidak sanggup menjawab pertanyaan dari
istrinya tentang nasib mereka, tentang penghasilan selama suaminya merantau.
Tak pernah ada jawaban dan harapan yang mampu menenangkan kegelisahan istrinya.
Bahkan ia merasakan, bahwa istrinya sudah tidak mempercayainya dan berkeras
untuk tidak mengandalkannnya lagi sebagai tiang rumah-tangga. Bisa jadi
perasaan itu terbangun dari ketidak-berdayaannya untuk memenuhi kewajiban
memberikan nafkah yang layak. Ketidak-berdayaan yang membakar semangat hidupnya
menjadi layu. Sisa semangat hidup yang telah habis digoreng bersama terasi,
lalu terbang bersama angin dingin menuju puncak gunung Salak.
Pembelaan diri di hadapan istrinya telah musnah, ia menyerah pasrah.
Bahkan ia tidak mampu membela diri, ketika ia menanyakann handuk yang tidak
ditemukannya di dalam tas ransel baju. Istrinya mempertahankan pendapat: “handuk sudah aku masukkan ke dalam tas!”.
Saat itulah ia sadar, bahwa kepercayaaan istri kepadanya telah hilang.
Hari ini, Jum’at Legi, ini sang penjaga malam berniat melakukan
ritual, sebuah laku spiritual yang pernah dijalaninya beberapa belas tahun
lalu, ketika tiada lagi yang bisa dipertahankan dan dicintai. Sebuah kegiatan
untuk mendekatkan diri kepada alam dan menghambakan cinta sejati kepada Sang
Khalik. Tepat tengah malam, ia mandi. Sangat dingin, gelap, dan sendiri. Kaus
oblong bekas pakai menjadi handuk pengering badannnya.
Mengenakan pakaian terbaik yang ada dan sarung, ia duduk bersila pada
selembar sajadah usang, melakukan olah nafas untuk mengatur irama tubuh dan
menghentikan riuh-rendahnya kekacauan pikiran. Ia ingin mematikan pikiran,
membunuh ego agar mampu mencapai ketenangan mutlak. Pada satu titik, nafasnya
terhenti, untuk memulai proses penutupan sembilan lubang pada tubuhnya mulai
bekerja, dari bawah sampai atas. Terasa dingin tapi tidak dingin, terlihat
putih tapi tidak putih, pasrah, tenang dan damai. Dalam kesadaran penuh tak ada
suara gemericik hujan, tak terdengar suara angin, desiran daun bambu dan suara
apapun yang ditimbulkan alam.
Ia telah mencapai keheningan mutlak menuju Sang Sejati. Tak ada gemuruh
pikiran, tak ada nafsu, tak ada ego, tak ada rasa apapun. Panca-indranya
tertutup rapat-rapat.
Raganyapun tak merasakan apa-apa ketika sebuah pohon nangka yang rapuh
rebah bersama akarnya meratakan saung bambu dan menghancurkan sebagian dinding
villa.
----------------------------------------------------- OOO -------------------------------------------------------------
Ditulis Oleh:
Budi Susilo
Ditulis Oleh:
Budi Susilo
Kampung Gati, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor
12 Februari 2017
Catatan:
- Hawu: tungku perapian bianya terbuat dari tanah liat atau disusun dengan bata, untuk memasak (Sunda)
- 2. Suluh: kayu bakar; bahan bakar yang diletakkan pada hawu.
Mimpi dengan
target waktu adalah visi. Perlu ‘action-plan’
dan ‘just-do-it’ untuk mewujudkannya.
Sulit dilakukan, sering ada deviasi antara hasil dan mimpi, tapi it’s OK.
Mimpipun diwakili oleh tayangan media (sinetron, gosip
selebritas, reality-show). Gampang, tidak
repot bikin ‘road-map’ untuk menjadi nyata. Barangkalis aja,ia beruntung ter-sublimasi menjadi pesohor instant, meski membuat frustasi bagi yg
tidak beruntung.
Pilih:
Bermimpi baik yg butuh kerja keras dan penderitaan
untuk menyatakannya. Atau:
Menonton mimpi semu tanpa melakukan apa2, dan tak
pernah tahu kapan berwujud.
Seorang teman baik datang menjenguk: “Sakit......,
tapi kok masih tetap beraktivitas sih....???
Yang sakit kaki saya, bukan kegiatannya. Kendati di
rumah, produktivitas tetap saya perjuangkan.
“Tapi kalo suami saya yang sakit seperti itu
berhari-hari, pasti ia berteriak berkeluh-kesah memusingkan seisi rumah!!!”.
Begini mbakyu,
Andai mengeluh bisa menyembuhkan sakit,
maka dgn suka-cita dan rasa tulus saya akan
berkeluh-kesah.
Tapi ternyata tidak bisa........
Mendingan bersikap baik agar pikiran saya tidak ikut
sakit
dan bisa melakukan hal-hal yang berguna.
Binar matamu….
Lengkung sudut bibirmu..
Ranum rona wajahmu..
Melantunkan gelombang cinta..
Sesungguhnya,
Engkaulah bunga suci yang membuat kebun di hatiku bermekaran dan mewangi
Engkaulah bunga suci yang membuat kebun di hatiku bermekaran dan mewangi
Kendati orang lain telah memetikmu......
Cahaya yang berpendar,
Menebar debar,
Menerbitkan pesona
Entahlah,
Mungkin semburat cahaya sejatimu meliarkan rasa dalam
kalbu,
mematikan akal,
membekukan nadi,
Lalu menghentikan detak jantungku,
Pastinya,
Jika engkau adalah cahaya kasih sayang,
Ingin kuberhening, agar mampu menghampiri cahayamu
Dan saat aku bisa memasukinya, maka aku menjadi bagian
dari cahaya itu
Powered by Blogger.







