ABOUT US

Our development agency is committed to providing you the best service.

OUR TEAM

The awesome people behind our brand ... and their life motto.

  • Neila Jovan

    Head Hunter

    I long for the raised voice, the howl of rage or love.

  • Mathew McNalis

    Marketing CEO

    Contented with little, yet wishing for much more.

  • Michael Duo

    Developer

    If anything is worth doing, it's worth overdoing.

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts
  • Ternyata Ada Makanan Enak di Tempat Terpencil Ini



    Melewati jalan propinsi Cianjur – Sukabumi, tepatnya sebelum gerbang “Selamat Datang di Kota Sukabumi” belok terdapat pertigaan ke kanan menuju ke perkebunan Goal Para. Menuntaskan rasa penasaran sebelum melanjutkan perjalanan ke Bogor, ada baiknya menyegarkan mata dan pernafasan dengan energi perkebunan yang sejuk.

    Jalan Goal Para yang menanjak ternyata telah dilapis aspal hot-mix, sehingga tidak perlu mengerahkan tenaga ekstra untuk menghindari jalan berlubang, untuk mencapai lokasi. Cukup beristirahat kurang dari dua jam, badan terasa segar kembali setelah menghirup udara pegunungan yang penuh dengan oksigen bersih. Waktunya untuk kembali dan meneruskan perjalanan ke Bogor.

    Selain menyegarkan, hawa sejuk rupanya membuat perut menuntut asupan makanan. Masalahnya, di tempat yang terpencil ini tidak mudah menemukan makanan yang mengundang selera. Jajanan banyak, seperti mie ayam, baso, dan sejenisnya. Namun keinginan untuk menyantap masakan nasi berlauk-pauk lebih menguat.

    Perlahan menuruni jalan, terlewati sebuah rumah makan kecil. Setelah memutar-balik di halaman parkir sebuah convenience store, tibalah kami di Rumah MakanFathimah di daerah Babakan Limbangan Sukaraja Sukabumi.

    Gabungan rasa lapar yang mendera, udara sejuk, keramah-tamahan sang pemilik rumah makan dan tentunya masakan yang lezat telah melengkapi kenikmatan perjalanan.

    Ayam Goreng bertaburkan serundeng kelapa, oseng ikan peda bertabur pete, tumis sayur kangkung, lalapan segar dan sambal yang terhidang di meja makan telah lenyap berpindah ke dalam ruang perut, menyisakan piring dan mangkok yang licin. Tak perlulah bercerita satu-persatu tentang cita-rasa, tekstur dan segala  ulasan kuliner, cukuplah foto-foto yang akan menggambarkan kelezatan masakan Rumah Makan Fathimah.




    Ternyata, sebuah rumah makan kecil di tempat terpencil tidak dapat disepelekan kualitasnya.
  • Nasi Serpang dan Sate Lappa Yang Lezat

    Menu sarapan merupakan sasaran “perburuan” makanan untuk pengisi perut pada pagi hari. Banyak pilihan jenis dan ragam olahan untuk sarapan di setiap daerah, dari mulai: bubur, nasi uduk, nasi kuning, lontong sayur, kupat sayur, soto mie dan lain sebagainya. Pada umumnya makanan ini porsinya relatif kecil (kategori medium-meal), bertekstur ringan dan mudah dicerna.

    Di Kabupaten Bangkalan, Madura, yang dikenal sebagai surganya para penggemar kuliner, terdapat berbagai menu sarapan pagi.

    Setelah subuh, jika anda masih ingin kebagian,  bersegeralah menuju daerah sekitar alun-alun untuk mendapatkan BUBUR NASI yang masih panas mengepul di dalam mangkuk daun pisang (pincuk). Tidak seperti bubur ayam, yang bertaburan suwiran ayam goreng, krupuk dan lainnya, pada bubur nasi khas Bangkalan tidak ditemukan topping apapun, namun rasanya sangat gurih melampaui kelezatan bubur sejenisnya, berstektur lebih cair dibanding bubur ayam yang kita kenal.

    Jika tidak kebagian bubur nasi panas (biasanya jam 5:30 sudah tandas), jangan khawatir, masih ada menu lainnya. Berjalanlah ke arah Pecinan, dan temui penjual NASI SERPANG.

    Nasi Serpang adalah “nasi uduknya” Bangkalan, lagi-lagi dengan piring dari daun, yang berisi nasi putih biasa dengan satu set macam-macam lauk di dalamnya. Volume lauk-pauk tersebut masing-masing sedikit (mungkin ini menginspirasi nasi kucing) terdiri dari: sepotong telur asin, tongkol bumbu merah, kerang, suwiran daging goreng, pepes jengkang (sejenis kepiting kecil yang kulitnya lunak, saat ini sudah langka keberadaannya) dan tentunya sambal yang terbuat dari cabe rawit Madura. Kombinasi berbagai lauk dengan nasi putih hangat menghasilkan rasa gurih-asin yang menjadi ciri khas kuliner Bangkalan. Sebuah rasa yang sulit ditemui padanannya pada menu masakan daerah lainnya.

    Setelah jalan-jalan sejenak, barangkali anda merasa lapar lagi. Anda bisa menikmati sate. Haah....makan sate pagi-pagi? Oh ya, di Bangkalan terdapat varian sate, dari pagi sampai malam hari.

    Sebelum jam 10 pagi, biasanya pedagang sate berkeliling di sekitara perumahan. Kali ini akan dipilih penjual sate yang mangkal di sekitar pasar. Sate ini tidak akan anda temui di tempat lain, disebut SATE LAPPA MERAH (sate berbumbu merah), dibuat dari daging sapi Madura yang terkenal gurih dan empuk.

    Sate Lappa Merah bumbunya berwarna merah, berasal dari cabe merah (yang telah dibuang bijinya agar tidak terasa pedas), bawang merah dan putih, kemiri, santan dan bumbu lainnya (untuk mengetahui resep rahasianya, saya mesti sekali lagi mengunjungi Bangkalan). Daging sapi Madura yang gurih, empuk dan matang “dicocol” pada bumbu lappa merah disantap bersama ketupat menghadirkan raa lezat yang luar biasa pada lidah. Saya merasa ketagihan dengan cita rasa gurih ini.

    Masih banyak lagi makanan enak dan unik di Bangkalan. Benar kata Bondan Winarno, kota ini adalah surga bagi penikmat kuliner.

    Selamat mencoba.
    Sukses untuk anda.  
  • Kelezatan Menu Waroeng R2L 89

    Waroeng R2L 89 adalah salah satu usaha kuliner yang baru berkembang di Kota Sukabumi, meski sang pengelola adalah pengusaha kuliner yang telah berpengalaman. Terletak di dalam perumahan Puri Cibeureum 2 Jl. Wijaya Kusuma No. 2 Kota Sukabumi, tempat ini meawarkan suasana homy dengan latar belakang pemandangan perbukitan daerah Sukaraja.


    Menu utama yang ditawarkan adalah: Baso, Mie Ayam, Yamien, Nasi Timbel, Ayam Bakar/Goreng dan lainnnya yang dibuat sendiri dari bahan-bahan yang baik dan sehat dikonsumsi. Meskipun tidak menggunakan penyedap rasa, seperti baso/mie ayam lainnya, namun kelezatan rasa alami daging baso dan kelembutan mie ayam produksi sendiri terasa sangat lezat. Cocok bagi mereka yang tidak menyukai penyedap rasa vetsin/msg.



    Harganyapun cukup terjangkau, mungkin pengelola tidak terlalu memperhitungkan beban sewa tempat. Lokasipun sebetulnya tidak sulit dijangkau, termasuk di dalam wilayah cibeureum/selakaso Sukabumi. Anda bisa search tempat ini di Google Maps dengan nama : Waroeng R2L 89, sehingga anda dengan mudah dipandu oleh Google.

    Semoga bermanfaat.

    Sukses untuk anda!


  • Mau Belajar Masak Gudeg Yang Lezat? Di Sini Tempatnya!

    G
    udeg adalah masakan khas yang lumrah ditemui di Jogyakarta, terbuat dari gori (nangka muda) dan rasanya cenderung manis. Berbagai outlet menyediakan masakan gudeg, dari mulai warung sederhana sampai rumah-makan papan atas. Dari mulai yang legendaris sampai dengan yang tersedia di hotel berbintang. Demikian populernya gudeg, sehingga ia menjadi salah satu oleh-oleh “wajib” ketika berkunjung ke Jogyakarta, dengan pilihan kemasan berupa besek sampai kendil. Tingkat harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung: tempat, nilai historis, kemasan dan tentunya kelezatan rasa.

    Konon, gudeg merupakan makanan ransum tentara pejuang pada jaman perang di wilayah Jogya dan sekitarnya, karena dapat disimpan selama masa perjuangan, bahan-bahan yang mudah didapat dan disukai banyak orang. Oleh karenanya, masakan ini mampu bertahan sampai saat ini dengan komposisi yang tidak berubah. Barangkali yang berubah adalah bahan bakar untuk memasaknya, dari awalnya menggunakan tungku kayu bakar menjadi kompor berbahan-bakar gas.
     
    Gudeg disantap bersama nasi putih atau nasih merah, krecek, areh ayam kampung suwir dan telur ayam bulat. Untuk mendapatkan cita-rasa gudeg yang lezat, dibutuhkan sedikitnya 5 jam pematangan gori dan bumbu-bumbu lainnya. Gudeg terasa manis saat dikunyah. Masakan krecek berbahan baku kulit sapi, rasa pedasnya berasal dari cabe rawit kuning-kemerahan (lombok abang). Sedangkan areh (hampir mirip opor, tetapi lebih kering) merupakan masakan ayam kampung, telur dan tahu yang direbus lama di dalam santan dan blondo. Blondo adalah olahan minyak kelapa yang menghasilkan aroma khas dan terasa sangat gurih.

    Gabungan nasi putih hangat, gudeg yang manis, areh yang gurih dan krecek yang pedas akan menghasilkan kombinasi rasa yang sulit ditemui bandingannya pada masakan lain.

    Salah satu penyedia masakan gudeg beserta lauk-pauknya, adalah Gudeg Yu Kartini di kisaran Jetis Jalan Trimargo Kulon Cokrodiningratan Yogyakarta. Warung sangat sederhana ini berada di perkampungan seberang SMK 3 Yogyakarta. Selain gudeg, tersedia juga bubur nasi yang sangat enak. Warung ini hanya buka pagi, dari jam 6.00 sampai jam 10.00.

    Pada siang hari, Yu Kartini akan mengolah gudeg dan kawan-kawannya untuk dijual di Lesehan Gudeg Mbah Cokro di Jalan Diponegoro No. 79 Jogyakarta, yang buka pada sore hari sampai jam 10:00 malam. Kelezatan dan cita-rasanya sama persis.

    Warung Gudeg Yu Kartini


    Manisnya gudeg di sini cocok bagi lidah penikmat kuliner luar jawa-tengah, rasanya sangar lezat berpadu dengan krecek yang sedang pedasnya (jika kurang pedas disediakan sambal), areh suwiran ayam kampung yang sangat gurih dan empuk. Baru-baru ini tiga orang wisatawan (1 orang dari Jawa Barat, 1 orang berdarah Sumatra Utara dan seorang dari Madura) melahap nasi gudeg seharga total tak lebih dari Rp. 50.000,00!
    Gudeg Yu Kartini
    Areh Ayam Kampung, Telur, Tahu

    Krecek

    Yu Kartini adalah penerus tradisi pengolah gudeg, dimana ritual memasak gudeg merupakan kegiatan yang dilakukan secara turun-temurun. “Pelatihan” memasak gudeg yang built-in dalam tradisi keluarga  telah menghasilkan cita-rasa masakan yang memiliki ciri unik. Resep dan cara memasak bisa saja diduplikasi, namun olahan rasa yang dihasilkan tidak akan selezat masakan para pewaris “standard recipe” gudeg. Diperlukan roso, kesabaran, konsistensi dan passionate dalam memasak gudeg.  Menurut pengakuan Yu Kartini, ia hanya bisa berisitirahat selama 5 jam setiap harinya.
    Yu Kartnin dan Gudeg

    Namun Yu Kartini masih mau menyediakan waktu, jika ada peminat kuliner yang ingin belajar cara memasak gudeg sesuai patronage. Sedikitnya diperlukan waktu empat hari untuk belajar proses memasaknya, tergantung kemampuan sang murid. Syaratnya lumayan berat, ia harus mampu mengikuti ritual dan ritme yang telah dilakukan Yu Kartini selama puluhan tahun!


    Bagi yang berminat silahkan menghubungi Yu Kartini di nomor telpon: 0822 2508 7040. Siapa tahu kelak akan menjadi olahan gudeg penerus tradisi masakan khas di luar kota Jogya.
  • Sayur Asem dan Kering Tempe Teri ala Pria Perantau

    Bagi sebagian perantau -mereka yang hidup jauh dari daerah asalnya- entah yang sedang menuntut ilmu maupun yang sedang mencari nafkah bagi keluarga, kebutuhan makan sehari-hari cukup menjadi persoalan. Dari mulai mencari menu makanan, tempat makan, selera dan harga. Pilihan makanan jadi dipasaran sangat variatif, namun yang dikonsumsi itu-itu saja. Apalagi jika kondisi keuangan sedang terbatas, maka alternatif makanan yang murah-meriah menjadi pilihan satu-satunya.

    Saat ini kegiatan masak-memasak bukan hanya milik kaum hawa, tetapi banyak pria juga berkeahlian memasak. Ada baiknya, sesekali masak sendiri. Dengan catatan: ada peralatan minimal (alat penanak nasi, kompor, penggorengan, panci dan tentunya piring, sendok, gelas). Jika peralatan masak dirasa kurang, boleh juga meminjam ke gadis manis putri pak RT sekaligus bersilaturahmi. Siapa tahu jodoh?

    Masak sendiri menjadi seni tersendiri, selain lebih terjamin kebersihannya juga bisa lebih enak, murah bahkan bisa dimakan ramai-ramai dengan tetangga sesama perantau. Sisi lain yang didapat dari kegiatan memasak adalah refreshing, menyingkirkan pikiran dan rutinitas. Segera setelah bangun pagi, ngopi dan sikat gigi, bersegeralah ke warung terdekat untuk membeli bahan-bahan berupa: 1 liter beras (harga Rp. 8.000); sekantung paket sayur asem (Rp. 2.500); sekerat tempe (Rp. 2.000); ½ ons teri yang sedang kualitasnya (Rp. 4.000); minyak goreng sachet (Rp. 3.000); paket sambelan (cabe merah & rawit, bawang merah, bawang putih, tomat: Rp. 3.000); lengkuas dan 2 lembar daun salam(Rp. 1.000); asam jawa (plastik kecil, harga Rp.500); kemiri (kemasan plastik kecil isi 2 atau 3 butir Rp. 500). Total belanja: Rp. 24,500,00.

    Beras yang telah dicuci bersih dimasak dengan alat penanak nasi. Siapkan bumbu sayur asem dan bersihkan: 1 cabe merah, 5 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, kemiri semuanya dihaluskan, lengkus dipipihkan tambahkan daun salam lalu masukkan ke dalam panciyang telah berisi 4 gelas air mendidih. Masukkan bahan sayur asem yang telah dibersihakan dan dipotong-potong secara berurutan: jagung manis, buah melinjo (jika suka bisa ditambahkan kacang tanah, kacang bogor atau kacang merah), nangka muda, pepaya muda, kacang panjang, labu siam dan terakhir daun melinjo dan potongan tomat. Boleh juga dimasukkan beberapa cabe rawit utuh, agar kelak timbul sensasi luar biasa saat cabe rawit tergigit. Tambahkan garam, asam jawa, ½ sendok makan gula pasir dan penyedap rasa atau beef/chicken powder jika suka.

    Cicipi kehadiran harmoni rasa asin dan manis samar-samar dengan rasa asam yang cenderung dominan. Jika ada tetangga yang bertanya: “ Sedang masak apa mas?”. Maka masakan sayur asam dipastikan telah matang dan lezat rasanya.

    Untuk membuat masakan kering tempe teri, potong tipis dan kecil-kecil tempe. Siapkan bumbu untuk diiris-iris halus: 3 siung bawang putih, 1 cabe merah, lengkuas. Sedikit asam jawa dilarutkan dalam air panas, biarkan mengendap. Goreng irisan halus tempe sampai kekuningan dan kering, gunakan api sedang. Tiriskan. Goreng teri sampai kecoklatan. Tiriskan. Goreng irisan bawang putih dan cabe merah dalam 3 sendok makan minyak goreng, sampai kecoklatan dan agak kering. Angkat dan tiriskan. Tumis lengkuas dan daun salam dalam minyak bekas menggoreng bawang putih, setelah bau harum tambahkan air asam jawa, sedikit garam, satu sendok makan gula dan penyedap. Masak sampai airnya menguap, kecilkan api lalu masukkan hasil goreng tempe dan teri. Aduk rata dan cepat matikan api. Aroma masakan ini akan membuat perut lapar.


    Nasi hangat disajikan dalam alat penanak nasi (maklum tidak punya tempat nasi), bersama dengan sepanci sayur asam yang masih panas dan kering tempe teri, siap disantap bersama-sama dengan tetangga sesama perantau (bisa untuk 4 – 5 porsi).

    Sisihkan sebagian sayur asam dan kering tempe teri sebagai pemikat gadis manis yang telah berbaik-hati meminjamkan hatinya....eh...peralatan masaknya.


    Selamat mencoba dan sukses untuk anda
  • 5 Cara Memasak Jengkol Yang Lezat.

    Jengkol adalah sejenis bahan makanan yang banyak di konsumsi di daerah Jawa Barat. Mungkin terdapat juga di daerah lain, meski langka ditemui (atau tidak dikenal?). Bagi para penyuka, biji-bijian berkeping dua ini sangat lezat dimakan dengan nasi hangat sambal dan lalap. Olahan makanan ini dikenal mampu meningkatkan selera.




    Beberapa cara dilakukan untuk mengolah jengkol menjadi penganan yang lezat, di ataranya:

    1. Dimakan mentah, untuk jengkol yang masih muda. Rasanya getir dan aromanya sangat tajam.  Mungkin tidak semua orang bisa menikmati cara ini.
    2. Dikukus. Jengkol yang telah matang dikukus dimakan bersama dengan kelapa parut yang telah ditaburi sedikit garam dan gula pasir. Cocok menjadi kudapan sore hari dengan secangkir teh hangat.
    3. Digoreng. Irisan jengkol digoreng sampai hampir kering lalu ditaburi garam dapur menjadi lauk bersama dengan sambal.
    4. Dimasak bumbu rendang. Jengkol yang telah dibelah dimasak dengan rempah rendang dalam waktu cukup agar bumbu meresap dan empuk.
    5. Dimasak tumis kecap. Jengkol yang tua (juga disebut “sepi”) diiris agak tipis, direndam dalam air panas yang telah dilarutkan garam. Buang air keruh putih lalu dicuci bersih. Goreng sampai agak kering. Tumislah bumbu bawang merah. Bawang putih, laos, salam, sereh, irisan cabe rawit merah, lalu masukkan gorengan jengkol. Tambahkan kecap, gula pasir, garam secukupnya.




    Jika memungkinkan, proses masak jengkol menggunakan tungku kayu bakar akan membuat aromanya semakin enak.
  • Powered by Blogger.

    Facebook

    Followers

    Followers

    Powered By Blogger

    Blog Archive

    Breaking

    Random Posts

    Recent In Internet

    Recent Posts

    Recent Post

    Recent in Sports

    Iklan

    Facebook

    Click Here

    Comments

    Recent

    Technology

    Follow Us

    WHAT WE DO

    We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

    CONTACT US

    For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

    Empowering Life

    • Street :Road Street 00
    • Person :Person
    • Phone :+045 123 755 755
    • Country :POLAND
    • Email :contact@heaven.com

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.